Gerohtonoyoh Part 1 – Jatuh Cinta

Jatuh cinta, dalam bahasa Jawa kita menyebutnya “ tibo tresno”, dalam bahasa Inggris biasa disebut “falling in love”. Akan tetapi, apa jatuh cinta itu sendiri sebenarnya  masih rancu.

Untuk lebih memahami jatuh cinta ada baiknya kita tengok salah satu masterpiece dari tante Titiek Puspa yang berjudul sama persis dengan apa yang kita ributkan di sini, Jatuh Cinta. Simak potongan liriknya:

“Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang biar malam terbayang wajahnya
Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam biar putih manislah nampaknya”

Baris pertama dan ketiga dari lagu ini menjelaskan dengan tepat suatu  ketidakjelasan bernama jatuh cinta. Di situ disebutkan bahwa jatuh cinta, berjuta rasanya, berjuta indahnya.  Paduan frasa yang sederhana tapi secara singkat mampu menunjukkan seperti apa sebenarnya jatuh cinta itu sendiri. Berjuta rasa itu terdiri dari apa saja akan tergantung dari masing – masing individu yang mengalaminya. Namun, secara umum bisa disimpulkan bahwa jatuh cinta akan menimbulkan suatu sensasi – sensasi tersendiri yang bagi kebanyakan pujangga akan mendeskripsikannya sebagai “naik hingga ke langit ketujuh ”, sebagai ungkapan betapa bahagianya orang yang sedang jatuh cinta. Secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa Jatuh cinta akan merangsang hipotalamus untuk memproduksi dopamine yang membuat hati kita berbunga – bunga, lupa daratan, dan tersipu – sipu ketika bertemu sang terkasih, ahaaay…

The Way We Falling In Love

Beberapa studi selama beberapa periode telah dilakukan dan pada akhirnya ada dua aliran bagaimana  jatuh cinta terjadi pada sesama manusia. Aliran yang pertama sering disebut dengan “Love at First Sight”. Pada kasus ini penampilan fisik secara umum lebih dominan. Sering menimpa para playboy yang matanya jelalatan, walau tak sedikit yang bilang ini adalah wujud sebenarnya dari sebuah cinta. Tak sedikit pula yang meyakini bahwa mereka telah menemukan belahan hatinya, jodoh yang telah ditakdirkan Tuhan untuknya begitu jatuh cinta pada pandangan pertama, seolah mendapatkan wahyu dari Yang Maha Kuasa. Bagi Anda yang tertarik lebih lanjut mengenai jatuh cinta tipe ini, Anda dapat menyaksikan film Titanic atau Romeo and Juliet , mungkin akan sedikit menginspirasi Anda.

Aliran yang kedua cenderung lebih pragmatis, bermain lebih safe, menimbang bibit, bebet, bobot, bubut, dll. Aliran ini adalah aliran “witing tresno jalaran soko kulino”. Beberapa orang memelesetkan aliran ini menjadi “witing tresno jalaran soko ra ono” (sedikit banyak memang ada miripnya). Aliran ini sering menimpa para perawan tua, yang berganti – ganti pasangan tapi tak pernah berujung pada pelaminan (hingga akhirnya mereka menyerah mencari cinta dan menuju kantor biro jodoh).  Walaupun begitu penganut aliran ini biasanya lebih langgeng dalam membina hubungan mereka karena sudah adanya saling pengertian diantara mereka. Apabila Anda merasa aliran ini cocok dengan Anda, mungkin Anda bisa melihat film The Painted Veil, saya sarankan lihatlah film ini dengan orang lain, supaya bisa nangis bareng.

 

The Signs of Love

Banyak orang tidak menyadari gejala – gejala jatuh cinta, dan ketika mereka sudah sadar yang ada adalah bahwa orang yang mereka cintai berpaling ke lain hati (sinetron banget,,). Hal ini bisa dimaklumi karena gejala cinta sendiri kadang sulit untuk dideteksi. Di samping itu gejala yang dialami oleh setiap orang bisa jadi sangat berbeda. Pada salah satu kasus ditemukan bahwa seseorang yang jatuh cinta langsung menjadi hiperaktif begitu bertemu dengan orang yang dicintainya. Akan tetapi, pada kasus lain disebutkan bahwa ada juga seseorang yang gugup setengah mati bahkan baru ketika mendengar orang yang disukainya disebut namanya. Well, walaupun susah diprediksi ada beberapa tanda – tanda general yang terjadi pada kebanyakan orang. Diantaranya sebagai berikut:

  • Melihat tembok polos menjadi bermotif bunga – bunga.
  • Mulai merasa bau ketek Anda cukup mengganggu, terutama saat ketemu si Dia.
  • Sebentar – sebentar nengok BB yang ga bunyi2,,
  • Suka senyum – senyum sendiri dan ngomong sendiri, biasanya sambil menghitung jumlah kelopak bunga.

The Power of Love

Teringat sesuatu? Ini memang salah satu judul lagunya Celine Dion, tetapi tulisan ini bukan untuk membahas lagu itu, bila Anda tertarik silahkan Anda hubungi saya secara pribadi.

Kekuatan cinta tak diragukan lagi merupakan salah satu kekuatan terdahsyat di muka bumi. Anda pernah dengar Roro Jonggrang? Pada kehidupan cinta dara cantik (katanya..) satu ini dikisahkan ada seorang pemuda yang mampu membangun seribu candi dalam semalam saja hanya agar bisa menjadi kekasih hatinya. Sungguh – sungguh lebay. Ah, tetapi apalah artinya semua itu bila demi cinta?

                Satu lagi kisah cinta yang fenomenal adalah kisah Dyah Pitaloka Ratna Citaresmi. Siapa dia? Dia adalah putri Maharaja Linggabuana yang memimpin kerajaan Sunda – Galuh pada abad 14. Inti kisah ini ada pada keinginan Hayam Wuruk untuk meminang Sang Putri yang sayangnya bersinggungan dengan Sumpah Amukti  Palapa Maha Patih Gadjah Mada hingga Maharaja Linggabuana melanggar tata krama pernikahan dan Gadjah Mada pun memaksakan sumpahnya bahwa Sang Putri harus dijadikan upeti pada Majapahit (bingung? podo.. sing nulis ya bingung). Pada akhirnya kisah cinta kedua orang ini menimbulkan salah satu tragedi terpahit dalam sejarah nasional dengan judul Perang Palagan-Bubat, dimana 93 orang dari utusan Sunda Galuh dibantai oleh prajurit Majapahit di Tegal Bubat. Di pihak Majapahit sendiri 1274 orang tewas. Oh…. Cinta, deritanya tiada akhir.

Kisah yang malang? Pada akhirnya semakin kita dalami cinta, kadang yang ada hanyalah kepiluan. Namun, sukacita yang timbul dari cinta juga tak kalah indahnya. So, janganlah takut untuk jatuh Cinta! Ciao..   

               

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s