Mengolah Limbah Cair Tekstil Sulfur dengan Metode Elektrokoagulasi

Naluri manusia untuk mendapatkan bentuk kehidupan yang lebih baik setiap saat telah mendorong munculnya suatu sistem yang disebut dengan industri. Di satu sisi, adanya industri ini telah membuat apa  yang dulunya tampak tidak mungkin kini telah menjadi kenyataan. Akan tetapi, di sisi lain, adanya industri ini menciptakan hasil sampingan yang berbahaya bagi lingkungan kita dalam bentuk limbah. Kian hari industri makin berkembang. Oleh karena itu pengembangan metode-metode dalam pengolahan limbah menjadi sangat penting adanya.

          Pada kenyataannya, lingkungan memiliki kemampuan sendiri untuk menjernihkan dirinya dari limbah-limbah yang masuk ke dalamnya (self purification). Akan tetapi, dengan begitu banyaknya limbah yang masuk ke dalam suatu lingkungan maka kemampuannya  untuk membersihkan diri menjadi sangatlah kecil dibandingkan dengan beban pencemar yang ada.

          Salah satu jenis limbah yang kurang mendapat perhatian adalah limbah tekstil. Terutama limbah tekstil yang berasal dari industri kecil dan menengah. Hal ini bisa dimaklumi karena untuk pengolahan limbah dibutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, hal ini perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

          Pengolahan limbah di Indonesia banyak menggunakan sistem konvensional seperti fisika, kimia, biologi dan berbagai kombinasinya. Penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan limbah banyak menghasilkan lumpur (sludge), sedangkan sistem pengolahan menggunakan mikrobiologi memerlukan lahan yang cukup luas serta membutuhkan waktu proses pengolahan yang relatif lama (Sugiarto, 2007). Cara pengolahan limbah cair yang saat ini telah dilakukan oleh pabrik tekstil yang paling banyak adalah cara kimia yaitu dengan koagulasi menggunakan bahan kimia. Bahan kimia yang banyak digunakan adalah ferosulfat, kapur, alum, PAC dan polielektrolit. Pada cara ini, koagulan digunakan untuk menggumpalkan bahan-bahan yang ada dalam air limbah menjadi flok yang mudah untuk dipisahkan yaitu dengan cara diendapkan, diapungkan dan disaring. Pada beberapa pabrik cara ini dilanjutkan dengan melewatkan air limbah melalui Zeolit (suatu batuan alam) dan arang aktif (karbon aktif). Cara koagulasi umumnya berhasil menurunkan kadar bahan organik (COD,BOD) sebanyak, 40-70 %. Zeolit dapat menurunkan COD 10-40%, dan karbon aktif dapat menurunkan COD 10-60 % (www.forlink.dml.or.id, 16 April 2008). Akan tetapi, dengan makin ketatnya peraturan – peraturan menyangkut pelindungan lingkungan, pengendapan secara kimiawi semakin tidak bisa diandalkan. Salah satu alternatif yang bisa dicoba adalah dengan teknologi elektrokimia. Teknologi ini tidak hanya dapat dibandingkan dalam hal biaya, tapi juga lebih efisien dan kompak. Salah satu metode elektrokimia yang culup menarik untuk dicoba adalah elektrokoagulasi.

          Pada dasarnya, Elektrokoagulasi adalah proses destabilisasi kontaminan tersuspensi dan teremulsi dalam media larutan dengan menggunakan arus listrik ke dalam medium. Arus listrik mendorong sejumlah reaksi kimia tergantung pada jenis dan sifat elektrode dan media larutan.  Ketika arus melewati media, ion dari elektrode reaktif dapat medestabilisasi partikel koloid. Dengan demikian, bentuk kontaminan akan terendapkan dan dapat dengan mudah dihilangkan dengan banyak cara pemisahan. Proses pengendapan terjadi sebagaimana proses koagulasi, dengan koagulan terbentuk dari elektrode reaktif, yang dipicu oleh arus listrik searah.

Pada Elektrokoagulasi, arus listrik akan menimbulkan reaksi kimia yang membuat kontaminan yang bersuspensi dan teremulsi dalam limbah menjadi tidak stabil. Reaksi kimia yang terjadi tergantung pada jenis elektrode dan limbah yang diolah.

Selama proses, ion logam yang berperan sebagai koagulan akan terus – menerus diproduksi di anode. Kation ini akan mendorong terjadinya koagulasi dari polutan yang ter-disperse  pada larutan.

Pada proses elektrokoagulasi menggunakan elektrode besi,  akan terbentuk Fe(OH)n dengan n = 2 atau 3 di anode. Partikel polutan akan berinteraksi dengan Fe(OH)n.

Proses Elektrokoagulasi ini dilakukan dalam reactor batch yang dilengkapi elektrode besi dan pengaduk. Variabel yang diteliti adalah pengaruh besarnya tegangan dan jarak antara elektrode. Reaksi dijalankan pada suhu kamar dan tekanan atmosferis. Hasil reaksi dianalisis dengan titrasi menggunakan Kalium Permanganat (KMnO4). Data dianalisis untuk mendapatkan profil konsentrasi COD air limbah sepanjang waktu reaksi pada berbagai variabel penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin tinggi tegangan sel elektrokoagulasi dan makin dekat jarak elektrode yang dipakai makin tinggi efisiensi penurunan COD pada limbah. Efisiensi penurunan COD terbesar pada kedua variasi diperoleh pada tegangan 12 Volt dan jarak elektrode 2 cm dengan waktu reaksi 60 menit, yaitu sebesar 23,41 %. Walaupun terjadi penurunan COD pada limbah, akan tetapi bisa dibilang penurunannya belum cukup banyak, sehingga masih perlu dicari kondisi operasi optimum untuk elektrokoagulasi terhadap limbah cair tekstil sulfur.

 

 

 

About these ads

8 responses to “Mengolah Limbah Cair Tekstil Sulfur dengan Metode Elektrokoagulasi

  1. mangthafff…………….brooooooooo
    btw, klo artikelnya di break down kayaknya lebih bagus.
    pakai “read more” geetuu

  2. ini dari hasil penelitian ya?
    hehehehe

  3. Bagus Pras. Hasil penelitianmu ya?
    Sudah diterapkan di perusahaan belum?
    Kalau sudah, di perusahaan apa saja?

  4. wah menarik juga penelitiannya,bos…
    kira2 secara industri elektrokoagulasi dah sampe mana???
    apakah sudah ada industri yang menggunakannya??
    trus bagaimana perhitungan nilai ekonomis???apa yang menyebabkan alt ini lebih murah &kompak???
    nuhun…

  5. Halo,Bagi rekan-rekanyang berkecimpung dalam bidang pengolahan air
    &air limbah,maribergabung di mailing list instalasi pengolahan
    air& air limbah.Bagipara praktisi pengoalahan air &
    airlimbahmari bergabung danberdiskusi aktif dalam keanggotaan. Here are
    the details on ipal_ipa:Group home page:
    http://groups.yahoo.com/group/ipal_ipa Group email address:
    ipal_ipa@yahoogroups.com

  6. Terima kasih infonya… segera ke TKP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s